Selamat Mampir

welcome

Selayaknya gerbang, atau pintu pada sebuah rumah, maka baik juga rasanya saya membuat satu untuk rumah baru saya ini, agar setiap pejalan kaki (atau berkendara) yang lewat dan hendak mampir sebentar, merasa tak dicuekkan, begitulah.

Ya, rumah saya sebelumnya di kompleks blogspot.com, bisikanbusuk yang sudah mulai terkenal itu. *ketawa setan* Maka di rumah baru saya ini sudah tentu isinya akan berbeda dengan rumah yang lama. Jika di rumah yang lama dihuni oleh sajak-sajak, rumah yang baru ini akan saya isi dengan segala hal yang bukan sajak.

Kiamat 2012? Alamakk!

2012

Bicara soal kiamat, apa yang mutlak dari peristiwa itu: keniscayaan akan terjadinya, ataukah tentang waktu terjadinya? Sudah pasti jawabannya adalah: keniscayaan akan terjadinya, BUKAN kapan waktu terjadinya. Maka dengan segala keingintahuannya manusia mereka-reka, menggunakan berbagai teori dan ilmu yang dimiliki (yang notabene sangatlah t-e-r-b-a-t-a-s), mereka membuat prediksi atas waktu terjadinya peristiwa kiamat.

Hingga sekarang sudah banyak ramalan-ramalan atau prediksi ciptaan manusia akan kapan terjadinya kiamat itu. Dan ramalan-ramalan itu sendiri TIDAK PERNAH terbukti kebenarannya. Berikut 10 ramalan kiamat yang tidak terbukti:

 

10 ramalan kiamat yang tidak terbukti


Terkait tentang ramalan kiamat pada tahun 2012 yang sedang kembali hot sekarang ini (karena beberapa tahun sebelumnya, sebenarnya wacana 2012 ini sudah meruak ke permukaan ditandai dengan banyaknya buku yang membahas ramalan itu), maka satu yang tidak mungkin lepas dari pembicaraannya adalah siapa yang membuat ramalan 2012 itu- jawabannya yaitu suku Maya. Apa itu suku Maya? Dan bagaimana sebenarnya mereka bisa sampai pada pemikiran / ramalan kiamat pada tahun 2012? Bacaan berikut mungkin bisa sedikit membuka logika kita:

Ramalan kiamat suku Maya telah dipatahkan!


Jadi guys, it’s just all about siklus perhitungan kalender suku Maya yang “kehabisan angka”.

- – -

Film 2012 produksi Hollywood yang belum lama ini masuk di bioskop-bioskop di Indonesia luar biasa menarik perhatian orang-orang. Saya curiga ini hanya gimmick untuk mendongkrak angka keuntungan hingga setinggi-tingginya. Yeah, whatever.

Yang jelas, betapa naifnya manusia jika membuat suatu kepastian- apapun itu- tentang Waktu. Ibarat seorang pengusaha muda yang sukses, bagaimana ia mengira pada masa lalu ia adalah seorang anak yang sangat nakal dan tak mau diurus, bagaimana ia memahami ia bisa sampai pada titik ia berada sekarang, dan lebih lagi.. bagaimana ia bisa memastikan ia akan mengalami apa saja di esok hari?

- – -

Saya membuat tulisan ini, saya yang tahu kapan saya akan menghapus satu atau beberapa huruf dalam tulisan ini, kapan saya akan menambahkan beberapa kalimat, atau bahkan kapan saya membatalkan untuk membuat tulisan ini. Huruf-huruf itu, apa mereka tahu kapan mereka akan dihapus atau ditulis kembali?

Saya Punya Pacar Baru!

nay

ini pacar baru saya! :cozy:

Setelah Feby (bagi yang kenal saya pasti tau Feby ini apa, bukan siapa, hehe) pacar pertama saya sejak Februari kemarin, sekarang saya punya pacar baru lagi. Tapi bukan pacar ke-dua, melainkan pacar ke-tiga (yang ke-dua si ikan. hehe.. :p)

Namanya Nay. Saya beri nama Nay karena jadian bulan November. Pengen dikasih nama Novi, udah basi banget. Nova, Nov, Novel, sama pasarannya. Sempet kepikiran buat ngebalik nama-nama itu, jadi: Ivon, Voni, Ovi, Ivo, keren sih.. tapi belum ngerasa sreg. Setelah pikir-pikir lagi, akhirnya terlintas nama “Nay” di kepala. Selain karena ada “Na”-nya juga (buat menunjukkan bulan November), nggak tau kenapa saya juga suka dengan nama “Kanaya”, atau “Nayla”, pokoknya yang ada “Nay-Nay”nya deh. Terdengar feminin dan puitis.

=D

Malam Minggu Nonton Putu Wijaya

snapshot20091115123237

Aksi monolog oleh Putu Wijaya


Malam minggu
kemarin saya dan tiga orang teman pergi ke acara peringatan 100 hari wafatnya WS Rendra, penyair dan budayawan tersohor yang peristiwa meninggalnya sempat menjadi berita yang cukup lama ‘bertengger’ di nyaris semua layar televisi swasta. Bertempat di aula Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, saya dan teman-teman ternyata tidak tiba terlambat, sekitar pukul 19:30 WIB. Padahal di perjalanan terhadang macet yang-amat-sangat. Tapi untungnya begitu sampai di lokasi acara belum dimulai.

Saya melihat dan membaca x-banner di sudut luar aula, acaranya bertajuk “BURUNG MERAK” dengan monolog oleh Putu Wijaya dan aksi dari Teater Mandiri.

Setelah mencicipi hidangan untuk tamu- kacang rebus dan minuman air jahe- acara sepertinya akan segera dimulai. Kami masuk ke dalam gedung aula dan mendapati tempat duduk sudah penuh oleh para tamu, hanya area lesehan saja yang masih menyisakan ruang kosong. Akhirnya kami bergerak ke sisi gedung dan mendapat tempat serta sudut yang cukup nyaman untuk memandang ke arah panggung.

Acara dibuka oleh penyambutan bla bla bla.. lalu dimulai dengan penampilan musikalisasi puisi oleh mahasiswa dan dosen UGM, membawakan sajak WS Rendra yang kalau tidak salah judulnya “23 Matahari”. Cukup menghibur, walaupun agak sedikit memaksa karena peralatan musik yang dipakai adalah peralatan elektrik- band. Padahal kalau mau lebih nyaman cukup membawakan secara akustik saja. Lebih enak didengar dan tidak ‘kasar’.

Penampilan berikutnya lebih menarik, tanpa jeda tanpa tanda-tanda, tiba-tiba beberapa orang masuk ke dalam panggung dan mulai beraksi. Saya mengira mereka adalah pemain-pemain drama dari Teater Mandiri. Aksi teatrikal mereka, diiringi hentakan musik latar yang menggebu-gebu, cukup membawa perasaan saya masuk ke dalam suasana gelap nan mistis. Di beberapa bagian sempat membuat jantung saya berdebar, karena sound musik latarnya bagus dan keras, senada dengan aksi pemain-pemain drama itu.

Selesai aksi teatrikal- masih tanpa jeda- seorang anggota lain dari Teater Mandiri maju ke depan panggung, dan melakukan deklamasi puisi, puisi karya WS Rendra yang berjudul “Sajak Sebatang Lisong”.

Yang ditunggu-tunggu pun akhirnya keluar, Putu Wijaya. Sekali lagi, tanpa jeda- tiba-tiba Putu Wijaya masuk dari sisi panggung dan langsung memulai monolognya. Monolog berlangsung sekitar hampir satu jam, dengan sempat diselingi deklamasi puisi lagi oleh orang yang sama yang mendeklamasikan puisi sebelumnya. Putu Wijaya sendiri membawakan dua monolog. Monolog yang pertama menceritakan tentang ia dan sahabatnya, WS Rendra. Lalu monolog yang ke-dua sekaligus sampai ke akhir acara, dan yang paling menarik dari seluruh rangkaian acara, adalah monolog berjudul “Kemerdekaan”.

Acara berakhir sekitar pukul 21:45 WIB. Sayang sekali saat itu saya nggak bawa Feby, jadi nggak bisa menunjukkan gambar-gambar dari acara itu di sini. Memotret dengan Nay juga nggak sempat kepikiran, bodohnya. Ya udah setelah itu kami pun beranjak dari gedung FIB UGM dan menuju lesehan di Jl. Gejayan untuk makan malammm…!!

:)

Pantai. Pantai. Pantai. Laut!

Setelah berabad-abad lamanya (halah lebay..) saya bisa ketemu LAUT lagi!

Hari Rabu kemarin, saya dan empat orang teman rekreasi ke pantai. Sepulang saya ujian sekitar pukul setengah sebelas siang, perjalanan dimulai sekitar pukul dua belas. Hari itu pergi ke pantai, padahal besoknya (hari ini, Kamis, red) saya masih ada ujian, dua matakuliah pula. But, so what gitu loch? Ha ha ha. Kesempatan ke pantai kali ini terlalu berharga dan sayang untuk disia-siakan. Lagipula dua matakuliah itu nggak begitu susah. *sombong*

Yak, perjalanan dimulai di siang bolong kala Jogja sedang panas-panasnya. Kami sempat mampir untuk makan siang di salah satu rumah makan padang. Saya makan lele goreng, lelenya asinnggg banget, eh.. asin, maksudnya. Kayanya yang masak lagi ngebet pengen kawin.

Oke, lanjut. Selesai makan, perjalanan dilanjutkan kembali. Setengah jam kemudian kami mampir lagi sebentar di minimarket, beli snack dan minuman. Lanjut lagi brum, brum.. tidak terasa (bohong deng, terasa banget.. -__-”) kami udah sampai di Pantai Siung! (kalau nggak mau diskip, sebenernya perjalanan ke Pantai Siung ini lamaaaa… banget, hampir tiga jam lebih, mana sempet keliru ngambil jalur pula, jadi lebih jauh satu jam. *sigh*)

Begitu sampai di pantai yang namanya Pantai Siung (kata temen saya, pantai ini pantai paling ujung dari deretan pantai yang ada di selatan Jogja, makanya dikasih nama “Siung”.. nyambung nggak?) rasa pusing yang tadi begitu mendera sepanjang perjalanan, langsung hilang seketika terbawa angin laut. Rasanya merdeka, gitu. Berdiri di tengah-tengah pantai, merentangkan tangan, memejamkan mata, menarik napas panjang, sambil merasakan kaki disentuh-sentuh buih laut. Oh man, sensasinya bener-bener super!

siung (1)

di bagian yang dangkal, bisa ngeliat kaki sendiri, airnya bening banget kayak sungai

siung (2)

kalau dilihat dari sudut rendah kaya gini, keliatan airnya biru banget, bersih

siung (3)

hijau rumput laut bikin warna yang kontras dengan biru air laut, cantik banget

siung

hamparan pasir pantai yang luas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

Selesai dengan Pantai Siung, rencananya mau ngeliat matahari terbenam alias sunset. Tapi karena di Pantai Siung katanya nggak bisa ngeliat sunset, kami berpindah ke pantai berikutnya.

Pantai Sadranan!


sadranan (4)

Pantai Sadranan

sadranan

bisa juga dipake buat foto-foto berdua, he he he.. pantainya bersih

 

 

 

 

 

 

sadranan (1)

pasirnya halus, ada seperti pulau-pulau kecil, atau mungkin karang kali ya..

 

sadranan (3)

pemandangan saat petang, gagal ngeliat sunset karena awan kurang bersahabat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambaran keindahannya langsung silakeun dilihat sendiri di foto-fotonya aja ya. Saya nggak sempet memikirkan kata-kata lagi karena terlalu senang. Aih, aih..

 

Menjelang maghrib kami beranjak dari Pantai Sadranan, dan mampir untuk makan malam di Bukit Bintang. Tempat kita bisa melihat nyaris seluruh kota Jogja dari atas bukit di malam hari. Indah banget.

Tapi sayang saya nggak ngambil gambarnya, soalnya susah motret malam, hasilnya jarang memuaskan. Jadi ya saya menikmati saja semangkuk bakso panas yang saya pesan, cukup menghangatkan tubuh yang tertusuk angin sejuk Wonosari daerah perbukitan ini.

Oke deh, sampai sini dulu ceritanya. Saya lupa hari ini saya masih ada ujian, dua matakuliah. Dan itu setengah jam lagi akan dimulai!

 

sadranan (2)

end session

Anal dan Paramore

paramore
.
Pertama-tama, sumpah.. Anal dan Paramore sama sekali nggak ada hubungannya! Cuma menggambarkan dua hal yang sedang ingin saya tulis hari ini. Okey.
- – -

Cicak, Buaya, Cicak, Buaya, Hoek!

cicakblog

cicak

Bangun pagi ini saya langsung disuguhi sarapan sinetron Cicak vs. Buaya.

Kayanya sekarang nggak ada yang nggak tahu apa maksud saya dengan Cicak vs. Buaya. Sudah hampir kurang lebih beberapa minggu belakangan kasus korupsi KPK (yang ternyata nggak hanya melibatkan pejabat KPK, tapi buuuaaaanyakk pejabat-pejabat tinggi negara lain) sedang panas-panasnya bergulir, jadi buah bibir di mana-mana: mulai dari televisi, kampus, sampai warung nasi dan warung kopi. Yang paling “parah” adalah televisi, tentunya. … continue reading this entry.

JOGJA = HOT + F***ING DRIED!

global-warming

Nyaris sebulan belakangan ini Jogja PANASNYA minta ampun!

Padahal semestinya, seharusnya, sepatutnya, ooh.. dirimu tak tinggalkanku kekasih~ (ya saya tau, cepet cari kapas!) -Padahal sekarang ini udah masuk musim penghujan. Bulan yang berakhiran -ber itu bulan-bulan musim hujan, kan? Mulai September, Oktober, November, Desember, Januari, sampai Februari (sebenernya Januari dan Februari juga ada -ber nya lho, cuma waktu nyusun kalender pertama di dunia, si tukang kalender terlalu bahagia ngeliat anak pertamanya lahir, jadi dia ngasi nama ‘ari-ari’ di dua bulan itu. Gak nyambung yah? Biarin. :p)

Awalnya saya nggak begitu merasa kesulitan menghadapi cuaca yang aneh ini. … continue reading this entry.

Akhirnya, Saya Tidak Sembelit Lagi!

Sabtu, 7 November 2009

 

diary


Mulai hari ini setelah bertahun-tahun menulis, saya memutuskan untuk membuat sebuah diary blog.

Terdengar bencong? Ha ha.. Ya, begitulah. Tapi tidak masalah buat saya. Dulu sekali saya sudah berniat untuk membuat sebuah diary blog, yaitu mengisi blog saya dengan catatan-catatan harian, bukan tulisan yang serius. Mencatat apa yang saya alami selama sehari penuh, atau mungkin hanya beberapa hal yang menurut saya perlu untuk dicatat saja. Tapi saya urungkan niat itu, karena merasa repot sebab saat itu saya merasa terbebani sendiri, harus menulis setiap hari, padahal tidak setiap hari saya punya semangat untuk menulis.

… continue reading this entry.

Tipe Kepribadian Saya – versi iPersonic[dot]com

*ini postingan iseng-iseng aja sebenernya, daripada nih blog mati yaudin gapapa deh. haha.. :p*

*di situs itu ada semacam tes tipe kepribadian, dan inilah hasil tes saya.*


Idealis Penyelaras

Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala.

… continue reading this entry.

[Shortnote] To Being Patient Has No Limit

waiting

Who said that being patient was easy?

But people will agree that every treasure count for much. They’re valuable.

Who said that finding treasures was easy?

But people will agree that to find treasures, they need hardworkers.

Who said that hardworkers don’t have their limit?

But people will agree that limitation may keep them out of their way finding the treasures. A limit may block their steps, a limit may slows their heart-beat.

Because they- the hardworkers- know they have limit, because they know- no matter how hard they try, they have limit on their face, and if the time has come, they may not walk through it.

And people will agree that the hardworkers will not work really hard. They will not have great confidence to find the treasures. Because they are haunted by the limit.

Who said that being patient was easy?

Being patient is the only way to keep us close by the treasure. The only treasure made for people who work hard. The only treasure made for hardworkers!

« Older entries